Pelayanan Kelistrikan Andal Dan Siaga Penuh Dari PLN UP3 Bali Menjadi Penopang Utama Rangkaian Perayaan Natal Umat Kristiani

Kamis, 25 Desember 2025 | 12:58:38 WIB

JAKARTA – Menjelang perayaan Natal 2025, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur mengambil langkah strategis untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal. Fokus pengamanan diarahkan pada gereja-gereja yang menjadi pusat ibadah umat Kristiani selama rangkaian perayaan Natal. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kenyamanan masyarakat saat menjalankan kegiatan keagamaan.

PLN menegaskan bahwa keandalan listrik selama momen besar keagamaan menjadi prioritas utama, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam misa Natal dan hari raya. Oleh karena itu, seluruh persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan jaringan hingga kesiapan personel di lapangan.

Pengamanan Listrik Difokuskan pada 19 Gereja Strategis

Dalam pelaksanaan siaga Natal 2025, PLN UP3 Bali Timur menetapkan sebanyak 19 gereja sebagai titik prioritas pengamanan listrik. Gereja-gereja tersebut tersebar di empat wilayah layanan utama, yakni Kabupaten Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli. Penetapan lokasi ini didasarkan pada tingkat aktivitas ibadah dan jumlah jemaat yang hadir setiap tahunnya.

Sebaran gereja yang masuk dalam daftar pengamanan meliputi sembilan gereja di Gianyar, lima gereja di Klungkung, empat gereja di Karangasem, serta satu gereja di Bangli. Seluruh lokasi tersebut telah melalui proses inspeksi teknis guna memastikan jaringan distribusi listrik berada dalam kondisi optimal dan aman digunakan selama ibadah berlangsung.

Pemeriksaan dilakukan secara berkala, termasuk pengecekan gardu, jaringan tegangan menengah, serta instalasi pendukung lainnya. Dengan langkah ini, PLN berupaya meminimalkan potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya perayaan Natal.

Komitmen PLN Hadirkan Listrik Andal Tanpa Kedip

Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menegaskan bahwa keandalan listrik di tempat ibadah merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus dijaga dengan maksimal. Menurutnya, listrik yang stabil menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana ibadah yang khusyuk dan nyaman bagi umat Kristiani.

PLN berkomitmen menghadirkan listrik tanpa gangguan, khususnya di gereja-gereja besar seperti Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar dan Gereja Katolik Santa Sisilia Klungkung. Kedua gereja tersebut merupakan lokasi dengan intensitas kegiatan ibadah yang tinggi selama Natal.

Imadya menyampaikan bahwa seluruh jajaran PLN UP3 Bali Timur telah diinstruksikan untuk bersiaga penuh selama periode Natal dan Tahun Baru. Hal ini dilakukan agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat, sehingga perayaan Natal dapat berlangsung tanpa kendala teknis.

Personel Siaga dan Peralatan Darurat Disiapkan 24 Jam

Untuk mendukung pengamanan pasokan listrik, PLN UP3 Bali Timur mengerahkan berbagai sumber daya, baik dari sisi personel maupun peralatan pendukung. Tim Gerak Cepat disiagakan di lima Posko Siaga Distribusi yang tersebar di wilayah kerja UP3 dan Unit Layanan Pelanggan (ULP).

Selain personel, PLN juga menyiapkan peralatan darurat sebagai langkah antisipasi. Sebanyak sembilan unit genset dan sembilan unit Unit Gardu Bergerak (UGB) disiagakan untuk mendukung pasokan listrik cadangan apabila terjadi gangguan pada jaringan utama. Tidak hanya itu, dua unit Uninterruptible Power Supply (UPS) turut disiapkan untuk menjaga kontinuitas listrik di lokasi tertentu.

Seluruh peralatan tersebut ditempatkan secara strategis agar mudah digerakkan ketika dibutuhkan. Dengan dukungan armada operasional berupa 29 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor, petugas dapat menjangkau lokasi gangguan dalam waktu singkat.

Koordinasi Intensif dengan Pengurus Gereja

Selain kesiapan teknis, PLN UP3 Bali Timur juga melakukan koordinasi aktif dengan pengurus masing-masing gereja. Langkah ini bertujuan untuk memastikan komunikasi berjalan lancar serta kebutuhan teknis di lapangan dapat dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak.

Melalui koordinasi ini, PLN dapat mengetahui jadwal ibadah, kebutuhan daya tambahan, serta titik-titik krusial yang memerlukan perhatian khusus. Pengurus gereja juga diberikan akses informasi untuk melaporkan potensi gangguan secara cepat melalui jalur komunikasi yang telah disepakati.

PLN berharap dengan adanya kerja sama yang solid antara petugas lapangan dan pengurus gereja, seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Kehadiran listrik yang andal diharapkan mampu mendukung suasana ibadah yang penuh khidmat, sehingga umat dapat merayakan Natal 2025 dengan tenang dan penuh sukacita.

Terkini