Tim Respons Cepat Dan Teknisi Lapangan Bergerak Cepat Agar Gangguan Listrik Cepat Teratasi Saat PLN UP3 Bali Mendukung Perayaan Jemaat Natal

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:15:33 WIB

JAKARTA – Menjelang Natal 2025, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur meningkatkan kesiapsiagaan pasokan listrik di seluruh wilayah kerjanya. Fokus utama PLN kali ini adalah 19 gereja yang tersebar di Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli, agar masyarakat dapat menjalani ibadah dan perayaan dengan tenang.

Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menjelaskan, “Kami menempatkan prioritas utama pada keandalan listrik di tempat ibadah agar umat dapat merayakan Natal tanpa gangguan. Setiap jemaat dan panitia perayaan harus bisa fokus pada ibadah dan kegiatan Natal mereka.” Beberapa gereja seperti Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar dan Gereja Katolik Santa Sisilia Klungkung mendapatkan perhatian khusus sebagai titik strategis.

Pemetaan Titik Siaga Strategis

PLN melakukan pemetaan menyeluruh untuk menentukan titik siaga strategis. Sebaran gereja yang masuk daftar siaga meliputi: Gianyar 9 gereja, Klungkung 5 gereja, Karangasem 4 gereja, dan Bangli 1 gereja.

Tim teknis PLN melakukan pemeriksaan menyeluruh pada infrastruktur listrik, termasuk trafo, panel distribusi, dan kabel utama. Langkah ini memastikan seluruh jaringan listrik berada dalam kondisi optimal. Selain itu, pemetaan ini menjadi dasar penempatan armada dan peralatan cadangan agar respons terhadap gangguan lebih cepat.

Tim Darurat dan Peralatan Pendukung

PLN menyiapkan beberapa sumber daya untuk mengantisipasi gangguan listrik:

Tim Gerak Cepat: Personel dari 5 Posko Siaga Distribusi siap merespons gangguan listrik di lokasi gereja.

Peralatan Cadangan: 9 unit genset, 9 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) ditempatkan secara strategis.

Armada Patroli: 29 mobil dan 7 sepeda motor beroperasi 24 jam untuk memastikan respon gangguan cepat.

Semua langkah ini selaras dengan program PLN Listrik Untuk Rakyat, agar masyarakat dapat menikmati momen Natal dengan nyaman dan aman.

Koordinasi Intensif dengan Pengurus Gereja

PLN juga menjalin komunikasi aktif dengan pengurus gereja untuk memastikan prosedur darurat berjalan lancar. Setiap gereja diberikan panduan teknis terkait laporan gangguan dan mekanisme cadangan listrik.

“Kami ingin jemaat dan panitia Natal fokus pada ibadah dan perayaan, sementara pasokan listrik menjadi tanggung jawab kami,” kata Imadya Nareswari. Pendekatan ini memperkuat pelayanan proaktif PLN dalam menjaga kelancaran ibadah di setiap gereja.

Pemantauan Jaringan Secara Real-Time

Selain kesiapan lapangan, PLN melakukan pengawasan jaringan secara real-time menggunakan sistem terpadu. Armada patroli, tim darurat, dan peralatan cadangan selalu siap diterjunkan jika terjadi gangguan listrik.

Setiap langkah diambil agar perayaan Natal 2025 di Bali Timur berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh umat Kristiani.

Terkini