Kesiapan PLN UP3 Bali Dalam Menangani Lonjakan Konsumsi Listrik Saat Perayaan Natal Jemaat Bisa Menikmati Ibadah Dengan Tenang

Kamis, 25 Desember 2025 | 13:31:10 WIB

JAKARTA – Menjelang Natal 2025, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur memperkuat kesiapan pasokan listrik di wilayah kerjanya. Fokus utama PLN kali ini adalah 19 gereja yang tersebar di Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli agar seluruh jemaat dapat merayakan Natal dengan nyaman tanpa khawatir gangguan listrik.

Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menekankan bahwa keandalan listrik di tempat ibadah adalah prioritas utama. “Kami ingin setiap jemaat dan panitia perayaan Natal dapat fokus pada ibadah dan kegiatan tanpa terganggu pemadaman. Listrik yang stabil menjadi bagian dari pelayanan PLN kepada masyarakat,” ujar Imadya.

Selain gereja besar, PLN juga memantau gereja kecil dan kapel di desa-desa agar seluruh masyarakat memperoleh pelayanan listrik yang optimal.

Pemetaan Titik Siaga Strategis dan Pemeriksaan Infrastruktur

PLN UP3 Bali Timur melakukan pemetaan menyeluruh untuk menentukan titik strategis pelayanan listrik. Sebaran gereja prioritas mencakup 9 gereja di Gianyar, 5 gereja di Klungkung, 4 gereja di Karangasem, dan 1 gereja di Bangli.

Tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh pada trafo, panel distribusi, dan kabel utama. Pemantauan ini juga meliputi kapasitas listrik cadangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi saat misa malam Natal. PLN bekerja sama dengan PLN UID Jatim untuk memastikan semua sumber daya tambahan dapat dikerahkan dengan cepat jika terjadi gangguan.

Selain itu, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan berada dalam kondisi prima, termasuk pemeliharaan preventif pada gardu induk dan jalur distribusi utama.

Tim Siaga dan Peralatan Cadangan Siap Digunakan

PLN menyiagakan berbagai sumber daya untuk menghadapi kemungkinan gangguan listrik:

Tim Gerak Cepat: Personel dari 5 Posko Siaga Distribusi siap merespons gangguan di lokasi gereja.

Peralatan Cadangan: 9 unit genset, 9 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 UPS ditempatkan strategis untuk memastikan pasokan tetap stabil.

Armada Patroli: 29 mobil dan 7 sepeda motor beroperasi 24 jam untuk menjamin waktu respon minimal terhadap gangguan.

Persiapan ini selaras dengan program PLN Listrik Untuk Rakyat, agar masyarakat dapat merayakan Natal dengan aman dan nyaman.

Koordinasi Proaktif Dengan Pengurus Gereja

Selain kesiapan teknis, PLN aktif menjalin komunikasi dengan pengurus gereja. Setiap pengurus diberikan panduan darurat, termasuk mekanisme pelaporan gangguan dan penggunaan cadangan listrik.

“Kami ingin panitia dan jemaat fokus pada ibadah tanpa cemas soal listrik. Semua tanggung jawab pasokan listrik ada pada PLN,” ujar Imadya. Koordinasi ini mencakup simulasi darurat dan pengecekan cadangan listrik untuk memastikan prosedur berjalan lancar saat perayaan Natal berlangsung.

PLN juga menyediakan nomor hotline khusus yang bisa dihubungi pengurus gereja selama 24 jam untuk segala kebutuhan teknis yang muncul mendadak.

Pemantauan Jaringan Secara Terpadu dan Real-Time

PLN melakukan pemantauan jaringan listrik secara real-time menggunakan sistem terpadu. Armada patroli dan tim darurat selalu siap diterjunkan jika terjadi gangguan listrik.

Selain itu, PLN juga menyiapkan laporan harian kondisi jaringan yang dikirim ke pusat koordinasi, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi. Dengan kesiapsiagaan ini, perayaan Natal 2025 di Bali Timur dapat berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh umat Kristiani.

Terkini