Koordinasi Lengkap Dengan Pengurus Gereja Dan Tim Darurat PLN UP3 Bali Untuk Menjamin Perayaan Natal Jemaat Bisa Berjalan Khusyuk Aman

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:36:01 WIB

JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur meningkatkan kesiapsiagaan pasokan listrik menjelang Natal 2025. Sebanyak 19 gereja yang tersebar di Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli menjadi titik fokus untuk memastikan ibadah dan perayaan Natal berjalan lancar.

Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menegaskan, “Keandalan listrik menjadi prioritas utama. Jemaat dan panitia perayaan Natal harus bisa menjalankan ibadah tanpa gangguan. Listrik yang stabil adalah bagian dari layanan PLN untuk mendukung kekhidmatan ibadah.”

Gereja Katolik St. Maria Ratu Rosari Gianyar dan Gereja Katolik Santa Sisilia Klungkung menjadi gereja prioritas karena kapasitas jemaat yang tinggi, terutama saat misa malam Natal.

Pemetaan Titik Strategis dan Pemeriksaan Teknis

PLN melakukan identifikasi titik strategis di wilayah Bali Timur untuk menentukan lokasi prioritas penanganan gangguan listrik. Sebaran gereja yang menjadi titik siaga adalah 9 gereja di Gianyar, 5 gereja di Klungkung, 4 gereja di Karangasem, dan 1 gereja di Bangli.

Tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh pada trafo, panel distribusi, dan kabel utama. Tujuan pemeriksaan ini adalah meminimalkan risiko gangguan listrik dan memastikan setiap gereja menerima pasokan yang stabil. PLN juga berkoordinasi dengan PLN UID Jatim untuk memastikan pasokan tambahan dapat dikerahkan bila dibutuhkan.

Selain itu, kapasitas cadangan listrik diperiksa untuk menampung lonjakan konsumsi listrik saat malam Natal dan kegiatan gereja lainnya.

Siaga Tim Darurat dan Peralatan Pendukung

PLN menyiapkan sejumlah sumber daya untuk menghadapi gangguan listrik:

Tim Respons Cepat: Personel dari 5 Posko Siaga Distribusi siap merespons laporan gangguan di lokasi gereja.

Peralatan Cadangan: 9 unit genset, 9 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 UPS siap digunakan bila terjadi gangguan.

Armada Patroli: 29 mobil dan 7 sepeda motor beroperasi 24 jam untuk menjamin gangguan listrik dapat segera ditangani.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari program PLN Listrik Untuk Rakyat, memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dengan nyaman dan aman.

Koordinasi Proaktif Dengan Pengurus Gereja

Selain kesiapan teknis, PLN aktif berkoordinasi dengan pengurus gereja. Setiap pengurus diberikan panduan pelaporan gangguan dan cara memanfaatkan cadangan listrik.

“Kami ingin panitia dan jemaat fokus pada ibadah, sementara pasokan listrik menjadi tanggung jawab PLN. Kami siap memastikan listrik tetap menyala di setiap gereja,” ujar Imadya. Simulasi darurat dan pengecekan cadangan listrik dilakukan untuk memastikan semua prosedur berjalan lancar.

Pemantauan Berkelanjutan dan Sistem Terpadu

PLN memantau jaringan listrik secara berkelanjutan melalui sistem terpadu untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Armada patroli dan tim darurat selalu siap diterjunkan bila dibutuhkan.

Selain itu, PLN melakukan pengiriman laporan harian kondisi jaringan ke pusat koordinasi untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat segera diatasi. Dengan kesiapan ini, perayaan Natal 2025 di Bali Timur berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh umat Kristiani.

Terkini