Semua Jemaat Di Bali Bisa Beribadah Dengan Aman Karena PLN UP3 Bali Menjamin Listrik Andal Selama Perayaan Natal Dengan Armada Patroli Tim Operasional Dan Posko Terpusat

Kamis, 25 Desember 2025 | 13:36:53 WIB

JAKARTA – Menjelang Natal 2025, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur memperkuat kesiapan pasokan listrik di wilayah kerjanya. Fokus utama PLN kali ini adalah 19 gereja yang tersebar di Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Bangli agar setiap jemaat dapat menjalankan ibadah Natal dengan nyaman tanpa gangguan listrik.

Manager PLN UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menekankan bahwa keandalan listrik di tempat ibadah menjadi prioritas utama. “Kami ingin setiap jemaat dan panitia perayaan Natal dapat fokus pada ibadah tanpa terganggu pemadaman. Listrik yang stabil adalah bagian dari pelayanan PLN bagi masyarakat,” ujar Imadya.

Selain gereja besar, PLN juga memantau gereja kecil dan kapel di desa-desa agar seluruh masyarakat di wilayah Bali Timur memperoleh pelayanan listrik yang optimal.

Pemetaan Titik Strategis dan Pemantauan Infrastruktur

PLN UP3 Bali Timur melakukan pemetaan titik strategis untuk menentukan lokasi prioritas pelayanan listrik. Sebaran gereja prioritas meliputi 9 gereja di Gianyar, 5 gereja di Klungkung, 4 gereja di Karangasem, dan 1 gereja di Bangli.

Tim teknis PLN melakukan pemeriksaan menyeluruh pada trafo, panel distribusi, dan kabel utama. Pemeriksaan ini mencakup kapasitas listrik cadangan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi saat misa malam Natal. PLN bekerja sama dengan PLN UID Jatim untuk memastikan semua sumber daya tambahan dapat dikerahkan dengan cepat bila terjadi gangguan.

Selain itu, pemeriksaan preventif dilakukan untuk memastikan jalur distribusi dan gardu induk berada dalam kondisi prima sebelum perayaan Natal.

Tim Darurat dan Peralatan Cadangan Siap Digunakan

PLN menyiagakan berbagai sumber daya untuk menghadapi kemungkinan gangguan listrik:

Tim Gerak Cepat: Personel dari 5 Posko Siaga Distribusi siap merespons gangguan di lokasi gereja.

Peralatan Cadangan: 9 unit genset, 9 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 2 UPS ditempatkan secara strategis sebagai cadangan listrik.

Armada Patroli: 29 mobil dan 7 sepeda motor beroperasi 24 jam untuk menjamin respon cepat terhadap gangguan.

Persiapan ini selaras dengan program PLN Listrik Untuk Rakyat, agar masyarakat dapat merayakan Natal tanpa khawatir gangguan listrik.

Koordinasi Proaktif Dengan Pengurus Gereja

Selain kesiapan teknis, PLN aktif berkoordinasi dengan pengurus gereja. Setiap pengurus diberikan panduan darurat, termasuk mekanisme pelaporan gangguan dan penggunaan cadangan listrik.

“Kami ingin panitia dan jemaat fokus pada ibadah tanpa cemas soal listrik. Semua tanggung jawab pasokan listrik ada pada PLN,” ujar Imadya. Koordinasi ini mencakup simulasi darurat dan pengecekan cadangan listrik agar semua prosedur berjalan lancar selama perayaan.

PLN juga menyediakan hotline khusus yang bisa dihubungi pengurus gereja 24 jam untuk kebutuhan teknis mendesak.

Pemantauan Jaringan Secara Terpadu dan Real-Time

PLN melakukan pemantauan jaringan listrik secara real-time melalui sistem terpadu. Armada patroli dan tim darurat selalu siap diterjunkan jika terjadi gangguan listrik.

Selain itu, PLN menyusun laporan harian kondisi jaringan yang dikirim ke pusat koordinasi, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi. Dengan kesiapsiagaan ini, perayaan Natal 2025 di Bali Timur dapat berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh umat Kristiani.

Terkini