JAKARTA - Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur terus mengalami dinamika yang beragam setiap harinya, khususnya di awal tahun 2026.
Data terbaru pada 8 Januari menunjukkan tren perubahan harga beberapa bahan pokok, yang berpengaruh langsung terhadap pola konsumsi masyarakat.
Kenaikan harga bawang merah, gas elpiji, susu, serta minyak goreng kemasan premium menjadi perhatian, sementara beberapa bahan lainnya seperti daging ayam, telur ayam kampung, dan cabai justru mengalami penurunan harga.
Situasi ini menegaskan pentingnya pemantauan harga sembako secara rutin oleh masyarakat agar pengelolaan keuangan rumah tangga tetap efisien di tengah fluktuasi harga yang sulit diprediksi.
Selain itu, informasi harga juga menjadi acuan pemerintah dan pelaku usaha untuk mengambil kebijakan dan keputusan tepat dalam menjaga stabilitas pasar.
Update Harga Sembako Jawa Timur 8 Januari 2026
Sembako, atau sembilan bahan pokok, merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap rumah tangga. Komoditas pokok ini meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, mentega, daging sapi, daging ayam, telur, susu, bawang merah dan putih, gas elpiji, minyak tanah, serta garam.
Selain itu, cabai yang menjadi bumbu dapur penting juga sering menjadi indikator harga kebutuhan pokok.
Berikut adalah daftar harga rata-rata sembako di Jawa Timur pada 8 Januari 2026 pukul 09.18 WIB, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo):
Beras Premium: Rp 14.881/kg
Beras Medium: Rp 12.863/kg
Gula Kristal Putih: Rp 16.388/kg
Minyak Goreng Curah: Rp 18.804/kg
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.506/liter
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 17.525/liter
Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.923/liter
Daging Sapi Paha Belakang: Rp 119.502/kg
Daging Ayam Ras: Rp 34.918/kg
Daging Ayam Kampung: Rp 67.7/k56g
Telur Ayam Ras: Rp 28.508/kg
Telur Ayam Kampung: Rp 45.343/kg
Susu Kental Manis Merek Bendera: Rp 12.671/370 gr
Susu Kental Manis Merek Indomilk: Rp 12.601/370 gr
Susu Bubuk Merek Bendera: Rp 42.205/400 gr
Susu Bubuk Merek Indomilk: Rp 41.388/400 gr
Garam Bata: Rp 1.783
Garam Halus: Rp 9.092/kg
Cabai Merah Keriting: Rp 29.493/kg
Cabai Merah Besar: Rp 26.666/kg
Cabai Rawit Merah: Rp 38.783/kg
Bawang Merah: Rp 35.810/kg
Bawang Putih: Rp 32.332/kg
Gas Elpiji: Rp 20.040/tabung
Pergerakan Harga Komoditas Pokok
Pada tanggal tersebut, terjadi kenaikan harga bawang merah sebesar 1,55% atau Rp 548 per kilogram. Susu bubuk merk Bendera dan Indomilk juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,37% dan 1,80%. Gas elpiji turut naik sekitar 1,04% atau Rp 314.
Sementara itu, sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan harga. Daging ayam ras turun 2,06% atau sekitar Rp 735, daging ayam kampung turun 2,00% atau Rp 1.380. Cabai merah keriting turun 2,84% atau Rp 861, dan cabai rawit merah mengalami penurunan yang signifikan sebesar 6,37% atau Rp 2.639.
Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako disebabkan oleh banyak faktor yang saling berinteraksi, mulai dari aspek produksi hingga distribusi dan kebijakan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi harga sembako:
Permintaan dan Penawaran
Jika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga akan naik. Sebaliknya, jika pasokan melebihi permintaan, harga akan turun.
Cuaca dan Kondisi Alam
Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mengganggu hasil pertanian, sehingga pasokan menurun dan harga naik.
Kebijakan Pemerintah
Regulasi impor, subsidi, pajak, dan kebijakan lainnya turut menentukan harga di pasar, seperti pembatasan impor atau perubahan pajak.
Biaya Produksi dan Transportasi
Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja akan menaikkan biaya produksi dan distribusi, sehingga harga jual juga meningkat.
Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang
Depresiasi rupiah terhadap mata uang asing dapat membuat harga barang impor menjadi lebih mahal, berdampak pada harga lokal.
Inflasi dan Kondisi Ekonomi
Tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, termasuk kebutuhan pokok.
Masalah Rantai Distribusi
Gangguan distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau kendala logistik lainnya dapat menghambat pengiriman barang dan memicu kenaikan harga.
Fluktuasi harga sembako memerlukan perhatian khusus agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan dalam pengeluaran harian mereka.
Pemerintah juga harus terus melakukan pengawasan dan menetapkan kebijakan yang tepat agar stabilitas harga dapat terjaga, sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan terpenuhi dengan baik.