JAKARTA - Kehadiran John Herdman di Indonesia bukan sekadar pergantian pelatih Timnas, tetapi juga awal dari perjalanan baru yang bersifat personal.
Momen perkenalannya oleh PSSI terasa berbeda karena diwarnai kehadiran orang-orang terdekat yang ikut mendampinginya.
Pelatih asal Inggris tersebut resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) pagi WIB. Acara berlangsung hangat dan penuh perhatian, mencerminkan suasana awal yang positif.
Herdman tidak datang sendiri. Ia terlihat hadir bersama istri dan kedua anaknya, menandakan keseriusan untuk menetap dan beradaptasi dengan kehidupan baru di Indonesia.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Herdman ingin membangun fondasi jangka panjang, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Momen hangat di acara perkenalan
Saat diperkenalkan ke publik, Herdman tampak didampingi anak-anaknya, Lily dan Jay Herdman, serta sang istri, Clare Herdman. Kehadiran keluarga langsung mencuri perhatian para undangan.
Suasana konferensi pers terasa lebih santai dan bersahabat. Senyum Herdman menunjukkan antusiasme menyambut tantangan barunya bersama sepak bola Indonesia.
PSSI sendiri sebenarnya telah mengumumkan penunjukan Herdman sejak 3 Januari 2026. Namun, sang pelatih baru tiba di Indonesia pada Sabtu (10/1/2026).
Perkenalan resmi ini menjadi langkah awal Herdman sebelum memulai tugas berat membangun kembali Timnas Indonesia.
Menggantikan Kluivert dan membawa harapan baru
John Herdman menggantikan Patrick Kluivert yang berpisah dengan Timnas Indonesia pada Oktober 2025. Kepergian Kluivert terjadi lewat mekanisme mutual termination.
Kluivert gagal membawa Jay Idzes dan rekan-rekannya lolos ke Piala Dunia 2026, sehingga PSSI memutuskan mencari arah baru.
Pengalaman Herdman menangani Kanada menjadi pertimbangan utama. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dari sisi mental dan struktur.
Kini, harapan besar disematkan kepadanya untuk membawa Timnas Indonesia lebih kompetitif di level internasional.
Datang bersama keluarga, siap beradaptasi
Bagi Herdman, kedatangan ke Indonesia bukan sekadar tugas profesional. Ia mengaku senang bisa memulai petualangan ini bersama keluarganya.
"Ini adalah perjalanan yang sangat menarik bagi saya dan keluarga untuk datang ke (Indonesia), melihat budaya baru, negara baru, dan gaya sepak bola yang baru," ujar Herdman dalam konferensi pers, Selasa (13/1/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ia memandang kepindahan ini sebagai pengalaman hidup, bukan hanya kontrak kerja.
Dengan membawa keluarga, Herdman berharap proses adaptasi berjalan lebih natural dan menyatu dengan lingkungan sekitar.
Foto keluarga jadi simbol awal kebersamaan
Usai konferensi pers, Herdman memanggil Clare, Lily, dan Jay untuk naik ke panggung. Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama acara.
Mereka berfoto bersama sambil membentangkan jersey Timnas Indonesia bertuliskan nama Herdman di bagian punggung.
Ekspresi bahagia terlihat jelas dari seluruh anggota keluarga. Suasana itu mencerminkan dukungan penuh terhadap langkah Herdman.
Menariknya, putra Herdman, Jay, juga memiliki latar belakang sepak bola dan pernah menjalani masa pinjaman di Vancouver FC sebelum kembali ke Cavalry.
Belajar budaya sebagai kunci memahami tim
Setelah resmi diperkenalkan, Herdman menegaskan bahwa langkah awalnya adalah mempelajari budaya Indonesia secara menyeluruh.
Menurutnya, memahami kultur lokal merupakan jembatan penting untuk menyatukan tim dan para pendukung.
"Pertama, saya ingin mengenali kebudayaannya karena di sini kulturnya berbeda, gaya sepak bolanya berbeda, kondisi sosialnya juga berbeda," kata Herdman.
Ia menilai pendekatan budaya akan membantu pemain merasa lebih dekat dengan identitas tim nasional.
Pengalaman lintas negara jadi bekal utama
Herdman mengungkapkan bahwa belajar budaya bukan hal baru baginya. Ia telah melakukannya di beberapa negara sebelumnya.
"Selama ini, saya sudah bepergian ke beberapa negara dengan keluarga saya dan (Cesar) Meylan. Mempelajari sepak bola dan orang-orangnya adalah titik awal bagi saya untuk menghubungkan fans dengan timnansnya sendiri."
Ia mencontohkan pengalamannya di Selandia Baru dengan budaya Maori, serta di Kanada yang memiliki latar belakang masyarakat beragam.
"Contohnya di Selandia baru, ada kebudayaan Maori, saya pelajari bagaimana bisa menerapkan kebudayaan tersebut ke timnas. Juga dengan Kanada, negara mereka diisi banyak orang dan ras, jadi saya belajar bagaimana saya bisa menghubungkan itu ke timnas," pungkas dia.
Tanggung jawab ganda bersama tim U-23
Selain menangani timnas senior, John Herdman juga ditugaskan melatih Timnas Indonesia U-23. Skema ini mengingatkan pada era Shin Tae-yong.
Sebelumnya, pembagian tugas dilakukan berbeda. Patrick Kluivert fokus pada tim senior, sementara Gerald Vanenburg menangani Garuda Muda.
Kini, Herdman memegang kendali dua level sekaligus. Tantangan besar menanti, namun kehadiran keluarga dan pendekatan budaya diharapkan menjadi modal penting.
Dengan langkah awal yang penuh kehangatan, perjalanan John Herdman bersama Timnas Indonesia resmi dimulai.