BRIN

Pendanaan Riset Sosial BRIN Dorong Demokrasi Keluarga dan Program Makan Bergizi Nasional

Pendanaan Riset Sosial BRIN Dorong Demokrasi Keluarga dan Program Makan Bergizi Nasional
Pendanaan Riset Sosial BRIN Dorong Demokrasi Keluarga dan Program Makan Bergizi Nasional

JAKARTA - Perhatian terhadap isu-isu sosial humaniora kembali diperkuat melalui langkah strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional. 

BRIN membuka peluang pendanaan riset sosial yang menyasar tema-tema penting seperti demokrasi, ketahanan keluarga, hingga tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Inisiatif ini menjadi sinyal bahwa riset sosial ditempatkan sebagai fondasi penting dalam menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.

Pendanaan tersebut disalurkan melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN lewat program Call for Research Collaboration Rumah Program 2026. Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi peneliti untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Melalui skema ini, BRIN ingin memastikan riset sosial tidak berhenti pada tataran wacana. Setiap hasil penelitian diharapkan mampu memperkaya perspektif kebijakan publik sekaligus menjadi referensi nasional maupun global dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berubah.

Fokus Riset Keindonesiaan dan Isu Kontemporer

Rumah Program 2026 memberikan pendanaan pada dua model penelitian utama. Model pertama berfokus pada hasil penelitian tentang keindonesiaan dengan penekanan pada kontinuitas bangsa. Cakupannya meliputi identitas nasional, jati diri, serta kohesi sosial yang menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam model ini, tema riset mencakup konsolidasi demokrasi, ketahanan keluarga, peran pesantren, hingga tata kelola pangan melalui program Makan Bergizi Gratis. Isu-isu tersebut dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial jangka panjang.

Sementara itu, model kedua menitikberatkan pada penelitian tentang dinamika kontemporer. Fokusnya adalah merespons perubahan global secara cepat dan tepat, terutama isu digitalisasi, perubahan sosial yang berlangsung pesat, krisis global, transformasi digital, serta perubahan iklim yang berdampak luas.

Produksi Pengetahuan Berbasis Etika dan Integritas

Pelaksana Tugas Kepala OR IPSH BRIN, Muhammad Najib Azka, menegaskan bahwa Rumah Program 2026 menjadi sarana produksi pengetahuan yang menjunjung tinggi etika dan integritas riset. Menurutnya, kualitas luaran menjadi perhatian utama dalam setiap skema pendanaan yang ditawarkan.

“Melalui Rumah Program inilah, maka kami melakukan produksi pengetahuan yang memenuhi etika dan integritas riset atau luaran yang unggul,” kata Najib dalam keterangan di Jakarta. Pernyataan ini menegaskan komitmen BRIN terhadap standar akademik yang tinggi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya penelitian kredibel yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan dan masyarakat luas sebagai dasar pengambilan keputusan.

Skema Pendanaan dan Tahapan Program

Najib menjelaskan bahwa kolaborasi riset dalam program ini disusun secara sistematis. Mulai dari penetapan topik riset, tahapan program, hingga jadwal pelaksanaan telah dirancang agar memudahkan peneliti dalam menjalankan penelitian secara terarah dan terukur.

Pendanaan disalurkan melalui dua jalur, yakni Field Research dan Small Grant Research. Masing-masing jalur memiliki besaran pagu yang telah ditentukan sesuai dengan skala dan keluaran penelitian yang ditargetkan.

Melalui pembagian skema ini, BRIN berupaya menjangkau beragam kebutuhan peneliti. Baik penelitian lapangan berskala besar maupun riset dengan lingkup lebih kecil tetap memiliki ruang untuk berkembang dan menghasilkan kontribusi ilmiah yang signifikan.

Target Luaran Ilmiah yang Jelas

Untuk Field Research, BRIN menetapkan dua target luaran utama. Pertama, satu artikel jurnal internasional bereputasi dengan status minimal under review pada Desember 2026. Kedua, satu book chapter terindeks global atau artikel jurnal internasional bereputasi.

Sementara itu, untuk Small Grant Research, target keluarannya adalah satu publikasi ilmiah dengan status minimal under review pada Desember 2026. Publikasi tersebut dapat berupa satu artikel jurnal bereputasi atau satu book chapter terindeks global.

Penetapan target yang jelas ini bertujuan memastikan bahwa setiap pendanaan yang diberikan menghasilkan dampak nyata. Selain meningkatkan produktivitas publikasi, langkah ini juga memperkuat posisi peneliti Indonesia di kancah akademik internasional.

Kesempatan Terbuka bagi SDM Iptek

Program CFRC Rumah Program 2026 terbuka bagi sumber daya manusia iptek yang aktif. Syarat pendidikan minimal adalah magister atau S2, termasuk peneliti ahli muda yang sedang menempuh program Degree by Research.

Dengan kriteria tersebut, BRIN ingin mendorong regenerasi peneliti sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarpeneliti lintas institusi. Kesempatan ini diharapkan dimanfaatkan secara optimal oleh kalangan akademisi dan peneliti muda yang memiliki gagasan segar dan relevan.

Najib juga menekankan bahwa ilmu sosial dan humaniora memiliki peran fundamental dalam proses kemanusiaan. Bidang ini menjadi pilar penting bagi pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Dampak Sosial dan Solusi Bagi Bangsa

Melalui Program CFRC Rumah Program 2026, BRIN berharap penelitian yang dihasilkan memiliki dampak sosial yang luas. Riset tidak hanya unggul secara metodologi dan publikasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi bangsa.

Najib menegaskan peran strategis OR IPSH BRIN sebagai wadah penelitian yang fokus pada dinamika sosial, budaya, dan kemanusiaan. Targetnya adalah menghasilkan publikasi kredibel yang menjadi identitas kepakaran peneliti sekaligus referensi di tingkat nasional maupun global.

“Tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata atas permasalahan bangsa,” ucap Muhammad Najib Azka. Pernyataan tersebut menutup rangkaian program ini dengan harapan besar agar riset sosial benar-benar menjadi kekuatan transformasi Indonesia ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index